Kuliner Panorama ke Lawangwangi Creative Space

Kamu sudah pernah ke Lawangwangi Creative Space belum? Jika belum, kamu bisa cek pengalaman saya dulu ya. Supaya kamu bisa menentukan mau pergi kesana atau tidak.

Lawangwangi Creative Space merupakan salah satu tempat wisata yang paling diminati masyarakat. Baik lokal maupun dari luar kota. Tempatnya yang fotogenik, membuat tempat ini sangat digemari oleh banyak orang. Yang ditawarkan oleh tempat ini cukup banyak, yaitu panorama, spot foto keren, resto dan juga creative space-nya. Saya akan menjelaskan satu per satu dibawah.

Btw, review ini sudah cukup tua. Sekitar 5-6 tahun lamanya, karena saya pergi kesana pada tahun 2016. Waktu itu Lawangwangi Creative Space belum lama terkenal. Jadi mungkin review ini sudah tidak valid lagi karena pasti sudah banyak yang menulis review tempat tersebut setelah saya datang kesana.

Oh ya, saat pergi kesana taxi online belum semaju sekarang. Jadi cukup sulit untuk mencari driver saat mau pulang. Butuh waktu 20-30 menit sampai saya dapat driver.

Ok, langsung aja saya share pengalaman dan review saya beberapa tahun yang lalu ya.

Makanan & Minuman

Nah, makanan pasti hal pertama yang akan saya bahas. Karena waktu datang kesini, saya langsung cari makan. 🙂

Harga makanan disini tidak terlalu mahal, mengingat dia adalah tempat wisata. Price Range : 20k – 100k. Dan menu yang ditawarkan cukup bervariasi. Dari western hingga lokal. Porsinya juga cukup banyak, untuk beberapa menu bisa untuk berdua.

Menu yang saya pilih adalah menu “recommended” yaitu Chicken Schnitzel. Dan tentunya menu ini saya rekomen buat dipesan ya. Pertama, karena rasanya memang enak dan dagingnya empuk. Kedua, karena porsinya juga besar. Nah, ini dia menu yang menurut saya bisa dimakan berdua ya.

Chicken Schnitzel

Tampilannya kelihatan menggodakan kan? hehe..

Ayam Penyet Lawang Wangi

Ini dia menu lain yang direkomendasikan di buku menu, Ayam Penyet. Rasanya juga enak dan cukup pedas. Jadi, cocok buat kamu yang suka makan pedas. Tapi sayangnya, ayamnya sedikit keras jadi sulit untuk digigit. Dan ayamnya tidak di “penyet”. Menurut saya penyajiannya lebih ke ayam bakar. Dan masih sama dengan Chicken Schnitzel, ayamnya cukup besar dan porsi nasinya cukup mengenyangkan.

Kentang Goreng

Menu yang tidak pernah ketinggalan adalah Kentang Goreng. Seperti yang terlihat digambar porsinya cukup banyak. Dan harganya hanya 18k per porsi. Berhubung saya sudah kenyang karna Chicken Schnitzel, jadi kentang gorengnya saya bawa pulang aja. Ini menu kedua yang menurut saya bisa buat berdua.

Selanjutnya ke bagian minuman. Dalam memilih minuman, saya juga memilih minuman yang rekomen, jadi saya milih minuman yang ada dibawah ini.

Red Cranberries

Warnanya cantik dan menarik, kan? Sesuai tampilannya minuman ini sangat segar. Rasanya asam manis. Cocok untuk cuaca yang sangat panas seperti di Lawang Wangi. Saya juga rekomen minuman ini untuk dipesan ya.

Minuman kedua saya pesan kopi, tapi saya lupa namanya. Dan ini juga menu rekomen sesuai buku menunya.

Kopi ini juga rasanya cukup enak. Dan bukan kopi instan ya. Tapi dibandingkan kopi ini, saya lebih suka Red Cranberries karna rasanya yang asam dan segar.

Spot Foto

Beralih dari menu, tujuan utama banyak orang datang ke tempat ini bukanlah karena makanan atau minumannya. Melainkan karena “spot” foto keren yang ada di Lawang Wangi ini. Klo kamu searching di Google, pasti langsung keluar deh “spot” foto yang saya maksud.

Dermaga

Nah ini dia spot foto yang heboh itu. Betuknya seperti dermaga. Letaknya di lantai 2 resto, tepatnya dibagian luar. Seperti yang terlihat cuacanya cukup terik dan panas. Jadi klo kamu sudah dapat foto bagus, lebih baik langsung masuk lagi supaya tidak kepanasan. Sedangkan kalau kita berdiri dari ujung dermaga maka penampakan restonya itu seperti ini.

Tempatnya cukup cozy namun rada crowded. Dan juga cukup panas. Karena di kelilingi jendela kaca, jadi terik matahari dari luar akan terasa lebih panas dan gerah. Namun berbeda jika kamu datang saat sore atau malam hari. Udara akan terasa lebih sejuk dan dingin.

Lokasinya yang berada di daerah atas, membuat tempat ini dikelilingi oleh pemandangan alam yang bercampur dengan pemukiman warga. Dan inilah yang menjadi nilai jualnya.

Pemandangan

Creative Space

Tidak hanya menawarkan pemandangan dan wisata pemandangan serta kuliner. Tempat ini juga menawarkan “Ruang Seni” atau “Creative Space“. Tempat ini memiliki sudut kreatif yang memamerkan beberapa karya seni yang dilihat oleh pengunjung. Karya seni yang ada ditempat ini sangatlah unik dan menarik. Saya tidak terlalu paham mengenai karya seni. Namun sepertinya karya seni yang kemarin dipamerkan di Creative Space adalah karya seni kontemporer. Berikut beberapa karya seni yang kemarin dipamerkan di galeri Creative Space.

no title

Sayangnya saya tidak terlalu memperhatikan karya seni yang ada disana. Karena memang saya tidak terlalu mengerti. Namun, karya “Beruang Salju” ini adalah salah satu karya yang menarik perhatian saya. Karena tampilan dan display nya sangat mirip aslinya.

Selain itu karya seni yang bergantung di atas juga menurut saya cukup menarik. Sepertinya terbuat dari kain tradisional atau mungkin sarung ya. Saya juga tidak terlalu tahu 🙂

Nah yang tadi itu karya seni yang ada di lantai atas. Sedangkan di lantai bawah juga ada beberapa karya seni yang cukup menarik. Seperti yang ada dibawah ini.

Klo yang di lantai bawah, karya seni yang ditampilkan lebih ke karya seni batu atau porselen. Yang dipamerkan dalam banyak bentuk dan ukuran.

Di pojok lain karya seni ini, ada juga merchandise corner yang lucu yang menjual kaos, tas dan hiasan kayu namanya Tuku. Buat yang mau beli beberapa bingkisan bisa disitu ya.

Sekian review saya mengenai tempat ini.

Terima kasih.