Jejak Waktu di Banceuy Permai

Di tengah hiruk-pikuk Kota Bandung, terdapat sebuah kawasan yang menyimpan kenangan masa lampau—Komplek Banceuy Permai. Kawasan ini, yang kini dikenal sebagai salah satu pusat aktivitas modern dengan gedung-gedung perkantoran, dulunya memiliki sejarah yang berbeda, terutama dengan keberadaan Penjara Banceuy yang menjadi saksi bisu perjuangan bangsa.

Pada era kolonial Belanda, Penjara Banceuy menjadi tempat tahanan bagi mereka yang dianggap melawan pemerintah kolonial. Salah satu tahanan paling terkenal yang pernah mendekam di sana adalah Presiden pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno. Di balik jeruji besi itu, Soekarno menulis pembelaannya yang legendaris, “Indonesia Menggugat,” sebuah naskah yang menggugah semangat perjuangan melawan penjajahan.

Setelah masa kemerdekaan, Penjara Banceuy perlahan kehilangan fungsinya. Bangunan aslinya kini hampir tak tersisa, digantikan oleh bangunan modern di Komplek Banceuy Permai. Namun, jejak sejarah itu tidak sepenuhnya hilang. Salah satu sel tempat Soekarno ditahan masih dipertahankan sebagai monumen sejarah. Di sana, orang-orang dapat melihat langsung bagaimana kondisi sel yang sempit dan gelap, simbol perjuangan di tengah tekanan kolonial.

Komplek Banceuy Permai sendiri berkembang menjadi kawasan yang ramai. Gedung-gedung perkantoran dan pertokoan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat Bandung. Namun, bagi mereka yang mengenal sejarahnya, setiap langkah di kawasan ini seperti berjalan di atas lembaran waktu yang penuh cerita.

Kini, Monumen Sel Soekarno di Penjara Banceuy menjadi destinasi wisata sejarah. Banyak generasi muda datang untuk belajar dan mengenang bagaimana masa lalu membentuk masa kini. Banceuy Permai bukan sekadar tempat, tetapi juga pengingat bahwa di tengah kemajuan modern, sejarah adalah sesuatu yang harus selalu dihormati dan dijaga.

One Reply to “Jejak Waktu di Banceuy Permai”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *