Kasus Mimi Wong: Cinta segitiga ini berakhir tragis… seorang wanita jadi yang pertama dihukum mati di Singapura.

Kasus ini terjadi pada awal tahun 1970 dan langsung mengguncang publik Singapura.

Seorang pemandu dansa bernama Mimi Wong terlibat dalam pembunuhan terhadap Ayako Watanabe, istri dari pria Jepang yang juga merupakan kekasihnya.

Selama tiga tahun, Mimi menjalin hubungan dengan Hiroshi Watanabe, seorang insinyur yang bekerja di Singapura.Namun, semuanya berubah ketika sang istri datang dari Jepang bersama tiga anak mereka untuk tinggal bersama suaminya.

Ironisnya, sang suami justru mempertemukan istri dan selingkuhannya pada malam Natal 1969.
Meski sempat terjadi ketegangan, mereka bahkan sempat makan malam bersama dan menghadiri pesta Tahun Baru.

Namun, di balik itu, rasa cemburu dan sakit hati Mimi terus memuncak—terutama setelah ia diduga dihina oleh korban di depan banyak orang.

Pada 6 Januari 1970, Mimi Wong datang ke rumah korban bersama seorang pria yang diketahui adalah mantan suaminya.
Mereka berpura-pura datang untuk memperbaiki sesuatu di rumah.

Begitu masuk, situasi berubah menjadi brutal.
Korban diserang menggunakan cairan kimia dan kemudian ditusuk hingga tewas di kamar mandi rumahnya.

Yang paling tragis, kejadian tersebut disaksikan langsung oleh anak korban yang berusia 9 tahun, yang kemudian menjadi saksi kunci di pengadilan.

Setelah penyelidikan dan persidangan selama 26 hari, Mimi Wong dan rekannya dinyatakan bersalah atas pembunuhan berencana.
Keduanya dijatuhi hukuman mati.

Mimi Wong pun tercatat dalam sejarah sebagai perempuan pertama di Singapura yang menerima hukuman tersebut.
Eksekusi dilakukan pada tahun 1973 di Penjara Changi.

Kasus ini masih dikenang sampai sekarang… menurut kamu, ini karena cinta yang salah arah… atau memang sudah direncanakan sejak awal?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *